Pages

Sabtu, 27 Juni 2015

Perencanaan proyek perangkat lunak (klp4)




ü  Hal penting dalam manajemen proyek adalah
      Ketepatan memilih bentuk organisasi (tim)
      Memilih manajer proyek yang tepat
      Aktifitas integrasi dan koordinasi yang baik
ü  Diluar hal tsb diperlukan :
      Apa yang akan dikerjakan? à Planning
      Bagaimana pengendaliannya? à Control
      Menghilangkan atau mengurangi ketidakpastian
      Memperbaiki efisiensi operasi
      Mendapatkan pemahaman yang lebih baik tentang tujuan proyek
      Memberikan dasar bagi pekerjaan monitoring dan pengendalian
Ø  Aktifitas ini dikerjakan setelah proyek ditanda tangani
1.      Menentukan tujuan proyek dan kebutuhannva.
Dalam hal ini perlu ditentukan hasil akhir proyek, waktu, biava dan performansi yang ditargetkan.
2.      Menguraikan pekerjaan‐pekerjaan apa saja yang diperlukan untuk mencapai tujuan proyek.
3.      Merancang Organisasi proyek untuk menentukan departemen‐departemen yang ada, subkontraktor yang diperlukan dan manajer manajer yang bertanggungjawab terhadap aktivitas pekerjaan yang ada.
4.      Membuat Jadwal untuk setiap aktivitas pekerjaan
memperlihatkan waktu tiap aktivitas, batas selesai dan milestone.
5.         Mempersiapkan rencana anggaran dan sumberdaya yang dibutuhkan. Rencana ini akan memberikan informasi mengenai jumlah sumberdaya dan waktu untuk setiap aktivitas pekerjaan.
6.         Membuat Estimasi waktu, biaya dan performansi penyelesaian proyek.

Ø  Area permasalahan yang biasanya muncul antara lain :
      Tujuan dan sasaran proyek tidak bisa disetujui oleh semua pihak
      Tujuan proyek terlalu kaku sehingga kurang bisa mengakomodasi perubahan
      Tidak cukup untuk menentukan tujuan secara baik
Tujuan tidak cukup terkuantifikasi atau terukur
Ø  Ringkasan mengenai organisasi dan personel yang dibutuhkan. Isinya meliputi :
1.      Manajemen proyek dan organisasi.
            Detail mengenai bagaimana proyek akan dikelola dan identifikasi mengenai personel kunci dan hubungan kewenangan yang ada.
2.      Kebutuhan orang.
            Estimasi kebutuhan orang berikut ketrampilan, kepakaran dan cara penempatan serta rekruitingnya.
3.      Training dan pengembangan.
Ringkasan mengenai pengembangan eksekutif dan training personel yang perlu diberikan untuk mendukung proyek.
Ø  Banyak metoda yang digunakan dalam perencanaan antara lain:
      Work breakdown structure (WBS) ‐ untuk menentukan pekerjaan pekerjaan yang ada dalam proyek.
      Matriks tanggungjawab ‐ untuk menentukan organisasi proyek, orang‐orang kunci dan tanggungjawabnya.
      Gantt charts ‐ digunakan untuk menunjukkan jadwal induk proyek, dan jadwal pekerjaan secara detail.
      Jaringan kerja (network) ‐ untuk memperlihatkan urutan pekerjaan, kapan dimuiai, kapan selesai, kapan proyek secara keseluruhan selesai.
Ø  WBS : Pemecahan pekerjaan besar menjadi elemen pekerjaan yang lebih kecil
Manfaat dari WBS :
      Dalam tahap analisis WBS dapat digunakan untuk memastikan akurasi dan kelengkapan dari semua personil proyek
      Dijadikan sebagai dasar penganggaran dan penjadwalan
      Sebagai alat kontrol pelaksanaan proyek
      Tidak ada pedoman baku dalam WBS
Ø  Dikatakan memadai selama:
      Pekerjaan sudah cukup mudah dilaksanakan
      Dapat ditentukan waktu penyelesaiannya
      Bisa diukur kemajuannya
      Sumberdaya dan biaya yang diperlukan dapat dihitung
      Tingkat pemecahan adalah sbb:


Ø  OBS adalah proses hierarkis yang melukiskan bagaimana perusahaan dikelola sebagai suatu organisasi untuk menentukan tanggung jawab kerja.
Ø  Tujuan OBS adalah:
      Menyediakan suatu kerangka untuk meringkas kerja unit organisasi,
Mengidentifikasi unit organisasi yang bertanggung jawab untuk paket kerja,
dan mengikat unit organisasi kepada akun pengendalian biaya.







PERENCANAAN PROYEK PERANGKAT LUNAK (klp3)

REVIEW PERENCANAAN PROYEK PERANGKAT LUNAK

A.      Perencanaan Proyek ( Project Planning)
                                Perencanaan proyek ( Project Planning ) merupakan awal dari serangkaian aktivitas secara kolektif dari sebuah proses Manajemen Proyek Perangkat Lunak. Proses manajemen proyek perangkat lunak dimulai dengan kegiatan project planning (perencanaan proyek). Estimasi menjadi dasar bagi semua aktivitas perencanaan proyek yang lain dan perencanaan proyek memberikan sebuah peta jalan bagi suksesnya rekayasa perangkat lunak, maka tanpa estimasi kita tidak dapat berjalan dengan baik.

1.      Observasi pada Estimasi
a.       Project Complexity (Komplekstitas Proyek)
b.      Project Size (Ukuran Proyek)
c.       Structural Uncertainty (Ketidakpastian Struktural)
2.        Ruang Lingkup Perangkat Lunak
a.       Fungsi : Untuk memberikan awalan yang lebih detail pada saat dimulai estimasi.
b.      Kinerja : Melingkupi pemrosesan dan kebutuhan waktu respon.
c.       Batasan : Mengidentifikasi batas yang ditempatkan pada perangkat lunak oleh hardware eksternal, memori dan system lain.
d.      Interface : Konsep sebuah Interface diinterpretasikan untuk menentukan:
e.      Hardware
f.        Software
g.       Manusia yang menggunakan perangkat lunak melalui perangkat I/O
h.      Prosedur
i.         Realibilitas (Keandalan)
3.    Sumber Daya
a.    Sumber Daya Manusia
                Perencanaan sumber daya manusia memulai dengan mengevaluasi ruang lingkup serta memilih kecakapan yang dibutuhkan untuk mnyelesaikan pengembangan.
b.    Komponen Perangkat lunak (reusable)              
                Kreasi dan penggunaan kembali blok bangunan perangkat lunak yang seharusnya dikatalog menjadi referensi yang mudah, distandarisasi untuk aplikasi yang mudah, dan divalidasi untuk integrasi yang mudah.
1)             Komponen Off-the self
2)             Komponen Full-Experience
3)             Komponen Partial-Experience
4)             Komponen Baru
4.      Lingkungan
                   Lingkungan yang mendukung proyek perangkat lunak, yang disebut juga software engineering environment (SEE),menggabungkan perangkat lunak dan perangkat keras. Karena sebagian besar organisasi perangkat lunak memiliki konstituen ganda yang memerlukan akses ke SEE, maka perencana proyek harus menentukan jendela waktu yang dibutuhkan bagi perangkat keras dan perangkat lunak serta membuktikan bahwa sember-sumber daya tersebut dapat diperoleh.
5.        Estimasi Proyek Perangkat Lunak
a.       Menunda estimasi sampai akhir proyek (estimasi akurat 100% bila proyek sudah selesai)
b.      Mendasarkan estimasi pada proyek-proyek yang mirip yang sudah dilakukan sebelumnya.
c.       Menggunkana “teknik dekomposisi” yang relatif sederhana untuk melakukan estimasi biaya dan usaha proyek.
d.      Menggunakan satu atau lebih model empiis bagi estimasi usaha dan biaya PL.
e.      Perkiraan Biaya
f.        Ruang Lingkup proyek harus didefinisikan secara eksplisit
g.       Tugas dan atau dekomposisi fungsional diperlukan
h.      Pengukuran historis sangat membantu
i.         Paling sedikit harus digunakan dua teknik berbeda
j.        Harus diingat bahwa ketidakpastian adalah hal yang tidak dapat dipidahkan (dari proyek PL).
B.      Tujuan Perencanaan Proyek Perangkat Lunak
1.    Menyediakan sebuah kerangka kerja yang memungkinkan manajer membuat estimasi yang dapat dipertanggung-jawabkan mengenai sumber daya, biaya dan jadwal. Estimasi dibuat dengan sebuah kerangka waktu yang terbatas pada awal sebuah proyek perangkat lunak dan seharusnya diperbaharui secara teratur selagi proyek sedang berjalan.
2.    Untuk pengawasan, penelusuran, dan pemantauan sebuah proyek teknik yang kompleks.
Perencanaan proyek Rekayasa Perangkat Lunak dari berbagai sudut pandang kurang lebih memiliki tujuan sebagai berikut:
1.       Bagi Project Manager :
a.       Untuk menggambarkan status proyek kepada manajer senior dan stakeholder.
b.      Untuk merencanakan aktivitas tim proyek.
2.       Bagi anggota Tim Proyek: untuk memahami konteks pekerjaan.
3.       Bagi Manajer Senior:
a.       Untuk memastikan apakah biaya dan waktu yang dialokasikan masuk akal dan terkendali,
b.      Untuk melihat apakah proyek dilaksanakan secara efisien dan cost effective.
4.       Bagi Stakeholder:
a.       Untuk memastikan apakah proyek masih berada pada jalurnya,
Untuk memastikan kebutuhan mereka sedang diakomodir oleh proyek.

C.      Tindakan Perencanaan Proyek Perangkat Lunak
1.       Vision and Scope
Dokumen Vision and Scope yang baik dapat mencegah terjadinya masalah-masalah yang dapat memakan biaya yang besar. Dengan menunjukkan dokumen ini, baik kepada stakeholder maupun anggota tim proyek, diharapkan pemahaman yang sama tentang proyek yang sedang berjalan dapat diraih
Dokumen ini dapat dibagi menjadi dua bagian,yaitu:
1)      Problem Statement
a.       Latar belakang proyek
b.      Stakeholder
c.       Pengguna
d.      Resiko
2)      Vision of the Solution
a.       Vision statement
b.      Daftar fitur
c.       Ruang lingkup tiap fase (jika perlu)
d.      Fitur yang tidak akan dibuat.

2.       Statement Of Work
Statement of Work adalah dokumen yang menggambarkan semua produk yang akan dihasilkan selama proyek berjalan dan siaa yang akan mengerjakannya.



3.       Individual Preparation
Tahapan ini disebut sebagai Individual Preparation. Sebelumnya, moderator mencatat semua asumsi dan WBS kemudian membagikannya kepada semua anggota tim. Format berikut ini bisa dijadikan acuan untuk mendokumentasikan Individual Preparation.
4.       Estimation Session
Dokumen berikut dapat dijadikan acuan sebagai contoh untuk membuat dokumentasi selama Estimation Session. Kepada setiap anggota tim akan dibagikan dokumen semacam ini (yang kosong) untuk kemudian direvisi selama jalannya Estimatin Session.
5.       Review
                Project manager akan meringkas, mengkompail kemudian mereview hasil estimasi untuk kemudian digunakan sebagai dasar perencanaan proyek software.

3)      Resource List
a.       Membuat Work Breakdown Structure
b.      Estimasi usaha yang dibutuhkan oleh setiap pekerjaan pada WBS
c.       Project schedule dibuat dengan mengalokasikan resource dan waktu, berdasarkan kalender, untuk tiap pekerjaan pada WBS.
4)      Work Breakdown Structure
a.       Apa saja pekerjaan yang akan dilakukan,
b.      Tipe-tipe resource yang dibutuhkan untuk bekerja,
c.       Estimasi tiap elemen pekerjaan,
d.      Identifikasi lokasi penyimpanan.
       Tetapi tidak mencantumkan:
a.       Siapa yang mengerjakan pekerjaan-pekerjaan itu,
b.      Dan kapan pekerjaan itu akan diselesaikan.
5).Project Schedule
a.       Alokasi resource pada tiap pekerjaan,
b.      Identifikasikan setiap ketergantungan,
c.       Buat jadwalnya
6.       Risk Plan
a.       Pembahasan resiko potensial
b.      Estimasi dampat tiap resiko/masalah
c.       Buat sebuah risk plan
D.      Pemahaman Terhadap Proyek Perangkat Lunak
1.       Menyelesaikan masalah,
2.       Mengerjakan sesuatu hinggaselesai,
3.       Memilikibataswaktu mulaidanselesainya,
4.       Membutuhkanresource/sumberdayadan waktu,
5.       Bagibeberapaorang merupakankesempatan/opportunity dan menarik
















PROYEK PERANGKAT LUNAK DAN METRIK PROYEK (klp2)



Tujuan pengukuran perangkat lunak
  1. Untuk menyatakan kualitas produk
  2. Untuk menilai kulitas manusia yg terlibat dalam pembuatan produk.
  3. Untuk menilai keuntungan pemakaian metode & alat bantu yg baru.
  4. Sebagai dasar untuk melakukan perkiraan.
  5. Untuk membantu penyesuaian pemakaian alat bantu yg baru atau pelatihan tambahan.
Pengukuran, metrik, dan indikator
  1. Measure (mengukur)
  2. Measurement (pengukuran)
  3. Metrics (metrik)
  4. Indicator (indicator)
Metrik proses
1.       Metrik proses digunakan untuk tujuan strategis.
2.       Cara untuk meningkatkan proses perangkat lunak

Berdasarkan langkah 1&2 diatas, ditemukan ada 8 penyebab kerusakan dan sumbernya :
1)      Sumber spesifikasi/persyaratan :
a.       Logic 20%
b.      Penanganan data 10,5%
c.       Standar 6,9%
2)      Sumber desain :
a.       Spesifikasi 25,5% 
3)      Sumber kode :
a.       Interface perangkat lunak 6,0%
b.      Interface perangkat keras 7,7%
c.       Pemeriksaan kesalahan 10,9%
d.      Interface pemakai 11,7%
Tujuan metrik proyek :

1.       untuk meminimalkan jadwal pengembangan dengan melakukan penyesuaian yg diperlukan untuk menghindari penundaan serta mengurangi masalah & resiko potensial.
2.       untuk memperkirakan kualitas produk pada basis yg berlaku, dan bila dibutuhkan, memodifikasi pendekatan teknis untuk meningkatkan kualitas.
3.       Pengukuran proyek PL bersifat taktis, yaitu bahwa metrik proyek & indikator yg berasal dari pengukuran digunakan oleh manajer proyek dan tim PL untuk mengadaptasi aliran kerja proyek & aktifitas teknis.
4.       Selagi PL berjalan dari spesifikasi ke perancangan, metrik teknik dikumpulkan untuk memperkirakan kualitas desain serta memberikan indikator yg akan mempengaruhi pendekatan yg akan diambil untuk memunculkan kode & modul serta pengujian integrasi (integrated test).

Pengukuran perangkat lunak dibedakan menjadi dua yaitu :

1.       Pengukuran langsung (direct)
a.       Metrik Size-Oriented
2.       Pengukuran tidak langsung (indirect)
a.       Metrik Function-Oriented
b.      Metrik Function Point
Lima faktor penting yg mempengaruhi produktivitas perangkat lunak menurut Basili dan Zelkowitz:
  1. faktor manusia
  2. faktor masalah
  3. faktor proses
  4. faktor produk
  5. faktor sumber daya  
Faktor – faktor untuk mengukur kualitas perangkat lunak (4 metrik kualitas):
  1. Cara yang benar
  2. Maintanabilitas
  3. Integritas
  4. Usebilitas



Faktor – faktor yang mempengaruhi biaya pengembangan PL :
  1. kemampuan programmer dan tenaga kerja
  2. kekompleksan produk
  3. ukuran produk
  4. waktu yang tersedia
  5. keandalan yang diperlukan
  6. teknologi yang dipergunakan